Makan Ketika Lapar Fisik


Lagi-lagi saya dikirimkan artikel masukan yang berhubungan dengan Happy Eating Programnya GoLangsing.  Sekali ini dikirim oleh sahabat saya Mira Djoekardi via BBM. Ini tulisannya :

Copas dr group Haji Patuna:

Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita menjaga diri dari kekenyangan saat kita makan karena makan sampai kekenyangan bukanlah perilaku seorang Muslim.

Umat Islam adalah umat yang tidak makan kalau tidak lapar dan tidaklah makan sampai kekenyangan.

Rasulullah bersabda,

“Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali lapar, dan jika kami makan maka kami tidak sampai kekenyangan.

”Dlm QS Al-A’raaf 31, Allah berfirman, “Makan dan minumlah, dan janganlah ber-lebih2an.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yg ber-lebih2an.

 

”Dalam ajaran Islam, makan & minum itu sebagai sarana, bukanlah tujuan. Islam mengajarkan, makan & minum bertujuan menjaga kesehatan badannya.

 

Sebab, dengan badan sehat, umat Islam bisa beribadah kepada Allah secara maksimal.  Agar tidak kekenyangan saat kita makan, mari kita ikuti petunjuk Rasulullah.

’Tidak ada yang dipenuhkan manusia lebih buruk dari perut, cukuplah bagi putra Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya.  Kalaupun harus makan lebih banyak maka hendaklah 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 untuk pernapasan.” (HR IbnuMajah, Ibnu Hibban, & At-Tirmidzi)

 

Terimakasih Ya Allah… semakin mantab rasanya mendapat rujukan seperti diatas.

Di tulisan saya sebelumnya saya sudah membahas sebagian dari ini.  Namun ingin sekali saya mengingatkan diri sendiri lagi.  Semoga juga bermanfaat bagi anda. :

‪Allah memberikan kepekaan tubuh secara natural. Buktinya, bayi akan menangis ketika lapar.

Itu pertanda bahwa bayi menerima sinyal tubuh yang membuat ia merasa tidak nyaman karena lapar dan akhirnya menangis.

Sayang, dengan berjalannya waktu, lingkungan, industri dan kebiasaan turun temurun – kebanyakan orang menjadi lupa atas fitrahnya, yaitu PEKA TUBUH termasuk PEKA atas termostat LAPAR dan KENYANG. Mereka tidak bisa lagi stop makan sebelum kenyang karena tidak tau bagaimana sinyalnya.

Selain itu, mereka menyatukan antara LAPAR FISIK ( LAPAR BIOLOGIS ) dan LAPAR EMOSI.

Kebanyakan orang justru jadikan makanan sebagai pelarian untuk dapatkan kenyamanan emosi semata. Anda?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *