Bersahabat dengan makanan untuk langsing


“Tidak ada makanan yang jahat, tinggal bagaimana anda menyikapinya”.

bersahabat dengan makananQuote diatas sangat menggelitik ketika dihubungkan dengan betapa masyarakat masa kini makin dipenuhi pola pikir ‘mental diet’ dalam upaya penurunan berat badan.

Pada dasarnya melangsing atau menurunkan berat badan adalah persoalan diri sendiri, gaya hidup dan kebiasaan yang melekat.

Kalau ‘menggantungkan diri’ kepada faktor eksternal seperti obat, pil, suntik, makanan khusus dan sebagainya, sampai kapan seseorang bertahan dengan cara tersebut.

Seberapa jauh seseorang dapat menggantungkan dirinya dengan kekuatan diluar dirinya. 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun,..atau..?

Tubuh kita memiliki kecedasan yang dinamakan dengan INSTUISI dan salah satunya adalah intuisi untuk makan (intuitive eating).

Manusia secara natural memiliki sinyal tubuh yang akan memberi tahu kapan tubuh butuh makanan.

Tanda untuk setiap orang berbeda, seperti bunyi di perut, gerakan di perut, perubahan suhu dibagian tertentu , dan lain-lain. Namun intinya, tanpa harus dipengaruhi apapun, bayi akan menangis ketika ia LAPAR. Dan yang mendorongnya menangis, tentu ada sinyal tertentu dalam tubuhnya.Sekarang mengapa seseorang tidak lagi dapat memperhatikan intuisinya?

Ini disebabkan banyak alasan, seperti : banyaknya pilihan dan ketersediaan makanan sehingga ia tidak lagi sempat merasa lapar.

Berbagai keyakinan keliru atau mitos tentang gaya hidup yang dipengaruhi pertumbuhan industri, menjadikan seseorang tidak lagi memperhatikan kapasitas lambungnya tetapi lebih memperhatikan ukuran piring resto yang kian kini kian besar.

Lalu apakah kita harus menyalahkan perkembangan industri makanan, café atau resto? Tentunya tidak perlu.

Tiap orang memiliki kecerdasan tubuh yang luar biasa yang dapat memprogram kapan ia makan karena lapar, dan kapan harus berhenti sebelum kenyang agar organ tubuh tetap terpelihara.

Tiap orang tau, hanya saja pola pikir yang positif tentang pola makan yang benar telah terjebak dalam keyakinan keliru tadi.

Tidak ada kata terlambat, karena yang perlu dilakukan adalah bersahabat kembali dengan kapasitas diri sendiri agar dapat bersahabat dengan makanan.

“improve your relationship with food, to be slim”.

——

Happy Eating goLangsing !

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *