Tetap Size S karena Baca Buku


Kiriman Linabayun:

Selamat pagi, mau cerita sedikit tentang kenapa saya memutuskan membeli buku ini sedangkan saya nggak gemuk dan gak gendut juga.

Kalau boleh sombong, ya ideal lah. Hahaha. Dengan tinggi badan 155/156 cm, berat badan saya 48/49 kg. *sombong* *diunshare* :))

Tapi, kenapa akhirnya mau beli terus punya terus baca buku ini?

Ternyata, setelah dulu 56kg, dan berhasil nurunin berat badan dengan cara sendiri, browsing-browsing ti3ps sendiri, lalu gunakan cara yang paling nyaman untuk diri saya sendiri, akhirnya berhasil.

Dan sampai sekarang, hampir tidak pernah merasa terbebani dengan pola makan yang saya atur, plus bonusnya adalah, berat badan sesuai dengan yang saya inginkan.

Fyi, ukuran celana sekarang S dan paling besar M (untuk produk lokal). *makin sombong* :)))

Dijelaskan pula pada sesi awal buku ini; kuncinya, jadilah ahli untuk diri sendiri. Karena jika kita semua (mau) memahami diri dan mencintai diri, di dunian ini tidak perlu lagi ada aturan diet.

Pada bagian awal, ada satu kalimat yang menarik dari buku ini. “Saya bahagia, dan saya mencintai tubuh saya.”

Mungkin secara tidak sadar, itu yang mendorong saya untuk senantiasa menjaga dan membuat tubuh ini tetap sehat dan seperti yang saya inginkan.

Gak jarang, temen-temen nanya, “udah kurus, mau ngapain lagi begini-begitu?” Sekarang udah nemu jawabannya, “mau ngejaga.” :))

Karena langsing aja nggak cukup tanpa sehat dan detox setiap hari.

Ini aja udah kepikiran, setelah konsisten dengan honey lemon, mau dimix lagi sore harinya dengan teh hijau dan campuran daun mint/lemon/strawberry. Sarapan mau diganti dengan havermout. Juga lagi tergelitik untuk cari tahu, apa plus minusnya kalau kita konsumsi air kelapa hijau setiap dua hari sekali.

Dengan syarat; kita harus happy ngejalanin semuanya dan tanpa beban. Tapi tetap penuh target.

Beberapa pasti paham, setelah berat badan yang kita inginkan sudah tercapai, goals selanjutnya adalah, bagaimana menjaga supaya tetap stabil, bagaimana supaya bisa lebih sehat lagi, dan bagaimana caranya memeberi reward untuk tubuh kita dengan pola makan yang baik dan makan makanan yang baik pula.

Intinya, semua isi buku ini menarik dan penuh manfaat. Mulai dari bagaimana melakukan perubahan dengan memogram ulang pikiran sampai mengubah perilaku.

Dan bab yang paling saya suka adalah bab Mindfullness.

Nanti kalau ada waktu, saya janji mau review buku ini dan membuat resume menjadi tabel-tabel kesimpulan. Biar bisa diwariskan ke adik-adik serta anak cucu. Atau siapa saja yang ingin happy berdiet.

Buat yang penasaran banget, silakan beli bukunya! ❤️ It’s not only about what you eat but why you eat and how you eat.

Tag buat Teteh kesayangan yang selalu berbagi positive things ke semua orang. Dan Mbak Nunny penulisnya! Thanks a lot Teteh Fiki dan Mbak Nunny.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *