Lapar Mata Menghambat Langsing 3


Selain lapar mata, kita juga mengalami lapar hidung dan sensasi mulut. Aroma kue hangat yang baru keluar dari panggangan dan membayangkannya meleleh di mulut kita.

Ketika pikiran teralihkan, kita berada dalam keadaan tidak sadar dan terputus (disconnect) serta tidak puas (dissatisfied). Keadaan tidak sadar ini dapat memengaruhi keadaan emosi seperti munculnya perasaan cemas dan kesepian yang mengacu pada merasa lapar dan bukan lapar yang sesungguhnya.

Lapar mata tidak perlu dipuaskan oleh makan tapi oleh keindahan.

Ketika merasa lapar belum tentu yang kita butuhkan adalah makanan. Sebelum memutuskan untuk segera melahap makanan yang tampak menarik itu, cari hal lain yang menarik dan sungguh indah untuk dipandang.

Sebagaimana lapar mata, ada juga istilah lapar hidung atau lapar penciuman.

Yang tadinya tidak lapar, begitu melewati restoran ayam goreng cepat saji tiba-tiba menjadi ingin makan. Yang sebetulnya sudah penuh perutnya tiba-tiba memesan brownies ice cream cake karena aroma pesanan kue dari meja sebelah begitu menggoda.

Ada hal yang menarik ketika kita sedang flu. Penciuman kita tersumbat sehingga tidak dapat menikmati aroma makanan.

Ketika hal itu terjadi, biasanya seseorang tidak dapat menikmati makanan dengan nyaman.

Jelas sekali bahwasanya pengaruh ‘aroma’ sangat erat kaitannya dengan nafsu makan.

Namun positifnya, begitu sensori penciuman hilang maka seseorang justru akan makan sebanyak yang diperlukan oleh tubuh saja. Dan akhirnya, sensori di lidah pun akan berfungsi dengan optimal.

Seseorang akan lebih memperhatikan ada berapa rasa didalam makanannya seperti manis, asin, asam, pedas atau pahit. Dan akhirnya tekstur makanan pun akan lebih diperhatikan. Padat, halus, kasar dan sebagainya.

Kita hidup dipenuhi oleh hasrat atas makanan. Itulah yang membantu kita untuk hidup. Kalau kita tidak memiliki hasrat untuk makan, kita akan mati. Dan hasrat ini meliputi variasi jenis makanan dan tekstur.

Brian Wansink, Ph.D, seorang profesor dan Direktur Cornell Food & Brand Lab bilang, diet terbaik adalah yang membuat kita merasa tidak sedang menjalaninya dan tidak merasa bersalah karenanya.

Rasa lapar karena alasan emosional tidak membutuhkan makan tapi kadang saat kita merasakannya, kita akan lari mencari makanan. Kebiasaan makan kita yang sudah terbentuk selama puluhan tahun sangat berpengaruh pada kondisi tubuh kita.

Di Amerika Serikat, negara dengan tingkat obesitas penduduknya yang tinggi, pernah diadakan survei. Mereka bertanya pada pengunjung restoran All You Can Eat yang menyediakan makan sesukanya untuk sup dan salad.

Para pengunjung yang sedang menikmati makanan ditanya kapan akan berhenti memakan salad dan sup mereka. Sebagian besar berkata saat makanan di mangkok mereka sudah habis. Hanya sedikit yang bilang mereka akan berhenti bila sudah merasa kenyang atau tidak lagi lapar.

Maka, percaya hanya pada lambung, bukan pada indera lainnya. Tanyakan pada lambung apakah ia sudah cukup atau masih ada ruang yang tersisa. Dengan begitu tubuh akan terasa lebih bersahabat dan berat badan akan terkontrol.

HAPPY EATING, goLANGSING!

NUNNY HERSIANNA | twitter @nunny_h

 

Baca juga:

Lapar Mata Menghambat Langsing 2

Lapar Mata Menghambat Langsing 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *