Atasi Amarah dan Frustrasi


Amarah dan Frustrasi

 

amarah dan frustrasi

Marah adalah suara yang muncul dari dalam diri kita, yang mengatakan: “Sepertinya ada sesuatu yang tidak adil terjadi!”

 

Dari dahulu kala, kita dikenalkan bahwasanya marah itu sesuatu yang tabu dilakukan. Padahal, marah itu memiliki manfaat. Marah itu hanya muncul satu detik saja, yang membuat kita tidak merasa nyaman adalah persepsi dan reaksi kita terhadap amarah itu sendiri. Apa yang kita perbuat akibat amarah itulah yang membedakan apakah itu sesuatu yang pantas  dilakukan atau tidak.

 

Misalnya saja, ada sesuatu yang tidak adil terjadi pada diri kita atau pada orang yang kita pedulikan, maka kita akan marah.

Amarah adalah sebuah motivasi agar kita segera melakukan sesuatu.

 

Seringkali amarah disertai perasaan Frustasi. Tugas kita adalah memisahkan keduanya dan fokuslah pada emosi yang muncul lebih dahulu. Kelihatannya mudah, namun tetap perlu hati hati.  Hal ini terjadi dikarenakan amarah dan frustrasi terlihat sama, dan bisa menyebabkan kebingungan saat Anda mengalami kedua emosi itu.

Sebenarnya, amarah dan frustrasi adalah dua perasaan yang berbeda. Seperti yang sudah disebut diatas, amarah muncul karena ada sesuatu yang tidak adil terjadi.  Sedangkan frustrasi muncul dari persepsi saat apa yang Anda lakukan tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

Frustasi juga bisa terjadi karena anda terlalu sering memendam amarah anda.

Apabila Anda tidak segera menyelesaikan amarah dan malah mengabaikannya, maka amarah akan bertumpuk dan Anda menjadi frustrasi. Karena itulah, amarah sering juga disebut dengan emosi tingkat I dan frustrasi adalah emosi tingkat II (sebab – akibat).

Saat Anda mengerjakan sesuatu yang Anda pikir bisa Anda selesaikan dan ternyata gagal, biasanya Anda akan marah dan merasa semua itu tidak adil untuk Anda.Kemudian, ketika Anda tetap mencoba dan gagal lagi, Anda akan marah dan juga frustrasi. Perasaan amarah mengatakan bahwa situasinya tidak adil, karena apa yang Anda lakukan seharusnya berhasil! Perasaan frustrasi mengatakan bahwa apa yang Anda lakukan tidaklah berhasil dan Anda perlu mencoba hal lain.

 

Langkah pertama saat dua perasaan itu terjadi secara bersamaan adalah memisahkan dua perasaan itulalu lakukanlah apa yang disebut dengan self-coaching 1-2-3, yaitu:

  1. Beri NAMA perasan itu (amarah),
  2. Identifikasikan masalahnya,
  3. Lakukan pengecekan dan fokuslah pada solusinya

 

Jadi, apabila Anda merasa tidak nyaman dan Anda pikir Anda dalam amarah, pastikan bahwa memang ada sesuatu yang benar-benar tidak adil dengan yang Anda alami. Kalau ya, segeralah luruskan. Kalau tidak, coba kenali kira-kira perasaan lain apa yang sedang Anda alami. Marah itu wajar. Berterima kasihlah pada sang amarah karena gara-gara itu, Anda justru tahu apa yang perlu segera diluruskan.

 

Pastikan Anda selalu mengatasi amarah yang muncul dan tidak mengabaikannya, agar Anda tidak terjebak dalam perasaan frustrasi yang berkelanjutan.

 

*) kenali beberapa jenis Emosi dan cara mengatasinya dengan mengikuti kelas MINDWISDOM THERAPY ( 7th path self hypnosis )

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *