Atasan lebih rentan obesitas.


obesity-at-work-585x370Jenis tanggung jawab dalam pekerjaan di kantor ternyata ikut menjadi faktor seseorang menjadi penderita obesitas.

Hal ini dipublikasikan dalam Social Science & Medicine dari hasil penelitian University of Adelaide, Queensland University dan University of South Australia.

Menurut Medical News Daily, Selasa (3/11/2015), pada tahun 2014 lalu lebih dari 1,9 miliar orang dewasa di seluruh dunia punya kelebihan berat badan dan lebih dari 600 juta di dalamnya mengalami obesitas. Para peneliti percaya bahwa jenis pekerjaan orang yang punya pengaruh terhadap obesitas.

Namun, studi baru menunjukkan bahwa keterampilan, kebijaksanaan dan pengambilan keputusan harus dipertimbangkan sebagai faktor pemicu obesitas. Peneliti melihat data dari 450 peserta yang sebagian besar setengah baya. Berjumlah 230 perempuan dan 220 laki-laki, mereka dari latar belakang pekerjaan yang berbeda.

Mereka mengukur tinggi peserta, berat badan dan lingkar pinggang dan wawancara telepon yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang pekerjaan mereka.

Setelah mengontrol jenis kelamin, usia, pendapatan rumah tangga, jam kerja dan sifat pekerjaan, mereka menemukan bahwa dua faktor yang relatif sangat terkait dengan obesitas, yakni kebebasan dan keterampilan di tempat kerja hingga kewenangan seseorang mengambil keputusan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki keterampilan dan kebebasan di tempat kerja berkaitan dengan indeks massa tubuh (body mass index atau BMI) yang lebih rendah serta ukuran pinggang yang lebih kecil. Tapi sebaliknya, orang yang perlu membuat banyak keputusan cenderung memiliki ukuran pinggang yang lebih besar.

Penulis utama studi ini, Christopher Bean menjelaskan bahwa sementara obesitas sering disalahkan pada makan terlalu banyak dan kurang bergerak. Ternyata situasi lingkungan, psikologis, sosial atau budaya juga penting.

“Ketika melihat sistem yang luas tentang faktor penyebab dan pemelihara obesitas, stres kerja adalah hanya sebuah bagian kecil dari jaringan yang sangat besar dan kusut dari faktor interaktif,” tutur Bean.

“Di sisi lain, pekerjaan adalah bagian mendasar dari kehidupan banyak orang. Sehingga sangat penting untuk menemukan cara-cara inovatif, agar kita punya pemahaman luas tentang bagaimana faktor-faktor di tempat kerja dapat berpengaruh dalam obesitas,” pungkas Bean.

 

sumber : katadia.com & liputan 6

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *