Kendali Pencetus Ngemil


Ada dua hal yang bisa dicermati tentang ngemil :

 

  1. Kendali atas pencetusnya
  2. Kendali saat ngemil sudah terjadi.

ngemil - chips 2

PENCETUS NGEMIL

Latihlah diri anda untuk mencermati apa saja yang membuat anda ingin ngemil. Tulislah dalam buku jurnal anda di kolom sebelah kiri. Misalnya : saat nonton tv, saat macet, saat bosan, saat terlalu lama bekerja di meja dll. Lalu isilah di kolom sebelah tengah dengan hal-hal yang anda lakukan. Misal, buka lemari es, buka toples dan memakannya, membeli makanan cepat saji dan lain-lain. Setelah itu, isilah kolom kanan dengan upaya yang anda lakukan mulai sekarang. Apa ide anda? Ingat, anda adalah orang yang sangat kreatif.

 

PERILAKU NGEMIL

Seandainya anda sudah terlanjur ngemil dan agak sulit dihentikan, tenang saja. Coba begitu anda sadari anda melakukan sesuatu yang keliru, katakan pada diri anda : “AH, SAYA NGEMIL PADAHAL SAYA TIDAK BUTUH ENERJI!”

Lalu, fokuslah pada yang anda makan. Beri perhatian lebih, dan hadirkan pikiran anda sepenuhnya pada proses ngemil itu sendiri. Coba nikmati rasanya, sebutkan rasa apa yang anda dapatkan. Sebut dalam hati hingga rinci.

 

Apabila anda bersama seseorang, diskusikan tentang rasa, tekstur dan aromanya. Dengarkan, apakah kunyahan anda terdengar oleh telinga anda.

 

Apabila anda hadi penuh pada proses ini, biasanya anda langsung ambil kendali. Bukan lagi dikendalikan oleh makanan.

 

Pastikan makanan ini memang yang benar-benar anda inginkan. Perhatikan juga apakah kemilan anda sudah mulai mengisi lambung anda. Ibarat gelas ukuran, sudah ada di angka berapa kemilan anda di lambung. Bagaimana kenyamanan tubuh anda? Sudahkah seharusnya anda hentikan?

 

Latih kendali PENCETUS dan kendali PROSES NGEMIL ini akan hasilkan 4 manfaat. Anda akan lebih memahami :

  1. Bagaimana anda trampil lakukan perpindahan perhatian pikiran
  2. Bagaimana anda bisa lebih positif melakukan ‘self-talk’ atau evaluasi diri
  3. Bagaimana anda bisa lebih rileks pada setiap perbuatan
  4. Bagaimana anda bisa lebih ‘mindful’ alias hadir penuh pada setiap perbuatan.

 

NUNNY HERSIANNA

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *